Bangil, Pasuruan — Dalam rangka memperingati HUT Humas Polri ke-75, Polres Pasuruan menggelar kegiatan bakti sosial donor darah di Alun-Alun Bangil, Kabupaten Pasuruan, Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Pasuruan bertujuan menunjang ketersediaan stok darah sekaligus mempererat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat.
Pelaksanaan dan hasil seleksi
Kasi Humas Polres Pasuruan, IPTU Joko Suseno, turut serta sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut. Menurut laporan acara, sebanyak 17 calon pendonor menjalani tahapan pemeriksaan dan seleksi sebelum pengambilan darah. Dari jumlah itu, 11 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darah, sedangkan enam calon pendonor tidak lolos seleksi dan tidak dapat mendonorkan pada kesempatan itu.
Hadirnya insan media sebagai peserta donor menjadi salah satu upaya membangun sinergi antara Polri dan media dalam mendukung aksi kemanusiaan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini juga dimaknai sebagai bagian dari program kepedulian sosial jajaran Polres Pasuruan dalam peringatan HUT Humas Polri.
"Salam Polisi, Polisi Bersama Masyarakat,"
Peran PMI dan upaya mendekatkan layanan
Romy Happy Ikmal dari Subbag Humas Rekrutmen/PPDDS UDD PMI Kabupaten Pasuruan menjelaskan bahwa kegiatan donor di ruang publik seperti Alun-Alun Bangil dimanfaatkan sebagai uji coba pembukaan tenda donor darah. Langkah ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat atau secara prinsip "jemput bola" untuk menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Pasuruan.
Romy juga menyampaikan rencana yang mendukung kelanjutan upaya ini, yaitu pengaktifan kembali bus donor darah serta peningkatan sosialisasi dan kampanye donor darah kepada masyarakat. Upaya tersebut penting mengingat fluktuasi kebutuhan darah untuk pelayanan kesehatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lokal.
Dampak lokal dan implikasi pelayanan kesehatan
Kegiatan donor darah yang melibatkan institusi kepolisian dan PMI berimplikasi langsung pada ketersediaan darah bagi pasien di wilayah Pasuruan. Stok darah yang memadai dapat menurunkan risiko penundaan tindakan medis emergensi dan mengurangi beban biaya bagi keluarga pasien yang sebelumnya harus mencari darah di luar wilayah.
Selain aspek kesehatan, kegiatan semacam ini juga memiliki manfaat sosial-ekonomi. Ketersediaan darah yang lebih stabil membantu fasilitas kesehatan menjalankan operasi, perawatan ibu bersalin, dan penanganan kecelakaan secara lebih efektif. Bagi warga, kemudahan akses layanan donor di ruang publik juga mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk mendonorkan darah di luar kota.
- Lokasi: Alun-Alun Bangil, Kabupaten Pasuruan.
- Pelaksana: Polres Pasuruan bekerja sama dengan UDD PMI Kabupaten Pasuruan.
- Hasil seleksi: 17 calon diperiksa, 11 mendonorkan darah, 6 tidak lolos seleksi.
- Rencana tindak lanjut PMI: reaktivasi bus donor dan peningkatan sosialisasi.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Calon pendonor yang diperiksa | 17 |
| Pendonor yang memenuhi syarat | 11 |
| Calon pendonor tidak lolos seleksi | 6 |
Verifikasi data kegiatan diperoleh dari pernyataan resmi Kasi Humas Polres Pasuruan dan keterangan staf UDD PMI Kabupaten Pasuruan yang menangani kegiatan. Warga diimbau mengikuti informasi lanjutan apabila PMI Kabupaten Pasuruan mengumumkan jadwal bus donor atau penyelenggaraan tenda donor di titik publik lain untuk mendukung ketersediaan darah di wilayah Pasuruan.
Pelaksanaan donor darah oleh instansi negara bersama PMI menunjukkan model kolaborasi publik yang perlu dilanjutkan demi ketahanan layanan kesehatan daerah. Bagi warga yang ingin mendonorkan darah, Partisipasi aktif tetap menjadi kunci utama guna menjaga stok darah yang aman dan memadai bagi pasien di Kabupaten dan Kota Pasuruan.