Perbaikan Visibilitas, Dampak Kesehatan Masih Terasa
Palangka Raya — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya menunjukkan perbaikan dalam tiga hari terakhir. Jarak pandang yang sempat sekitar 30 meter kini dilaporkan membaik menjadi sekitar 100 meter. Meskipun demikian, dampak kesehatan bagi warga, khususnya pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan seperti pengemudi ojek online, tetap menjadi perhatian.
Bantuan Darurat dari Pemerintah dan Aplikator
Pemerintah kota bersama berbagai pihak telah menyalurkan sejumlah bantuan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap. Bantuan yang disalurkan meliputi pemeriksaan kesehatan, pembagian masker gratis, pemberian vitamin, penyaluran sembako, serta penyediaan beberapa titik rumah oksigen bagi warga yang memerlukan.
Pihak aplikator layanan transportasi daring juga bergerak membantu pengemudi. Menurut pernyataan dari Solidaritas Grab Palangka Raya (Teras Grab), bantuan yang diberikan mencakup masker, obat-obatan, vitamin, dan obat tetes mata.
“Dari pihak aplikator Grab juga memberikan bantuan berupa masker, obat-obatan, berbagai vitamin, dan obat tetes mata,” pungkasnya.
Dampak pada Pengemudi Ojek Online
Pengemudi ojek online menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap paparan asap karena jam kerja yang panjang di luar ruangan. Meski visibilitas membaik, paparan partikel halus sisa asap masih dapat menimbulkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan memperburuk kondisi penyakit kronis seperti asma atau penyakit jantung.
- Bantuan langsung: masker, obat-obatan, vitamin, obat tetes mata.
- Layanan kesehatan: pemeriksaan kesehatan dan titik rumah oksigen.
- Bantuan sosial: pembagian sembako untuk keluarga terdampak.
Data Kondisi Udara dan Implikasi
| Kondisi | Keterangan |
|---|---|
| Jarak pandang (sebelumnya) | ~30 meter |
| Jarak pandang (terkini) | ~100 meter |
| Durasi kabut asap | Selama sekitar satu bulan terakhir |
Perbaikan jarak pandang merupakan indikasi menurunnya konsentrasi partikulat yang tampak, namun parameter kualitas udara seperti PM2.5 dan PM10 perlu terus dipantau secara resmi untuk menilai tingkat risiko kesehatan secara lebih akurat.
Saran Perlindungan dan Tindakan Lanjutan
Untuk mengurangi risiko kesehatan sementara kualitas udara belum sepenuhnya pulih, langkah-langkah berikut dianjurkan:
- Menggunakan masker yang sesuai saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi yang memiliki penyakit pernapasan.
- Mengurangi durasi dan intensitas aktivitas fisik di luar ruangan pada saat kualitas udara masih belum baik.
- Memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan dan titik rumah oksigen jika mengalami gejala pernapasan atau sesak.
- Memperhatikan kebersihan mata dengan obat tetes bila terjadi iritasi akibat asap.
Peran aplikator layanan daring dalam menyalurkan bantuan medis dan non-medis dinilai penting bagi kelangsungan ekonomi pengemudi selama periode krisis udara. Namun, dukungan jangka panjang termasuk pemantauan kualitas udara, penyuluhan kesehatan, serta langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan tetap diperlukan untuk mengurangi risiko berulang.
Upaya mitigasi selanjutnya perlu melibatkan koordinasi antarinstansi, masyarakat, dan perusahaan swasta agar respons terhadap kejadian kabut asap lebih cepat dan menyentuh kelompok rentan, termasuk pengemudi ojol yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Pelaporan ini berdasarkan pernyataan lokal dari Solidaritas Grab Palangka Raya dan data peningkatan jarak pandang yang dilaporkan dalam beberapa hari terakhir. Pemantauan kondisi udara dan informasi resmi dari dinas terkait diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap dalam beberapa hari ke depan.