Situasi terkini dan penanganan di lapangan
Petugas gabungan masih berupaya menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo / Gunung Arjuno yang merambat memasuki wilayah Kabupaten Malang. Hingga Selasa (20/10) siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat 57 titik panas (hotspot) terpantau di kawasan terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyatakan bahwa api yang saat ini membakar kawasan hutan merupakan rambatan dari wilayah Pasuruan. Area yang masih terbakar tercatat di beberapa titik, antara lain:
- Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari;
- Kawasan sabana dan Bukit Lincing, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang.
"Area yang masih terbakar berada di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari serta kawasan sabana dan Bukit Lincing Desa Wonorejo Kecamatan Lawang,"
Strategi pemadaman dan kendala operasional
Tim pemadam saat ini mengintensifkan operasi melalui jalur darat. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pembuatan sekat bakar untuk membatasi pergerakan api, penimbunan bara pada pohon dan area terdampak, serta pemotongan pohon tumbang untuk mencegah penyebaran ke wilayah yang belum terbakar.
Untuk mendukung kegiatan itu, posko penanganan darurat disiagakan di beberapa titik strategis, termasuk Pos Perhutani jalur pendakian via Lawang dan jalur pendakian via Budugasu di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Selain itu, penambahan jalur penanganan karhutla juga dilakukan melalui Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso.
Personel dan organisasi yang terlibat
Operasi pemadaman dikerahkan oleh personel gabungan dari berbagai unsur, antara lain:
- BPBD Kabupaten Malang;
- Polisi Kehutanan (Polhut) dan Manggala Agni;
- Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan;
- Indonesia Off-Road Federation (IOF) serta HIPPAM;
- TNI-Polri, pemerintah desa, dan pengelola Tahura R. Soerjo.
Kolaborasi lintas lembaga bertujuan mengatasi titik-titik api yang tersebar di medan sulit. Namun, akses ke banyak lokasi masih menjadi persoalan utama.
Kendala medan dan dampak langsung
Sadono Irawan menjelaskan kendala signifikan yang dihadapi tim pemadam adalah kondisi lokasi yang curam sehingga petugas banyak yang harus menerjang medan dengan berjalan kaki untuk mencapai titik api. Kondisi itu memperlambat proses pemadaman dan penanganan panas sisa (smoldering) di batang dan pemukaan tanah.
"Kendala, kondisi lokasi yang curam hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di titik pemadaman,"
Hingga Selasa pukul 12.00 WIB, BPBD memastikan belum ada laporan korban jiwa. Luas lahan yang terbakar belum dipastikan karena masih dalam proses pendataan dan asesmen lanjutan oleh tim di lapangan.
Konsekuensi bagi warga dan langkah pencegahan
Perambatan api dari wilayah Pasuruan ke beberapa zona di Kabupaten Malang berpotensi menimbulkan gangguan akses, kerusakan ekosistem hutan, dan menimbulkan asap yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Pemantauan lanjutan diperlukan untuk mengetahui skala dampak ekonomi setempat, termasuk potensi kerusakan pada kawasan wisata alam dan mata pencaharian warga yang bergantung pada sumber daya hutan. Upaya pencegahan tambahan yang dapat diperkuat oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat antara lain patroli kebakaran, peningkatan kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api, serta koordinasi cepat untuk membuka jalur logistik dan evakuasi jika diperlukan.
| Aspek | Informasi Terkini |
|---|---|
| Titik panas terdeteksi | 57 hotspot (per Selasa siang) |
| Lokasi terdampak | Desa Toyomarto (Singosari); Bukit Lincing, Desa Wonorejo (Lawang) |
| Posko pemadaman | Pos Perhutani jalur Lawang; jalur Budugasu Desa Toyomarto; jalur tambahan Tawangargo |
| Status korban jiwa | Tidak ada korban jiwa (per 12.00 WIB) |
BPBD Kabupaten Malang dan instansi terkait diminta terus memberikan informasi perkembangan kepada publik, termasuk peta sebaran titik api dan anjuran kesehatan jika kualitas udara menurun. Warga di sekitar kawasan diminta tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan menghindari area terdampak demi keselamatan bersama.