Pemerintah daerah dan lembaga pemantau cuaca mencatat perbaikan kualitas udara di Provinsi Sumatera Utara pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah satu minggu sebelumnya wilayah tersebut masuk kategori tidak sehat akibat asap kiriman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi di Kota Medan pada pukul 18.00 WIB tercatat berstatus sedang dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) sebesar 76 dan konsentrasi PM2,5 22,4 mikrogram per meter kubik.
Pemantauan satelit dan pola angin
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menyatakan pengurangan sebaran asap di banyak wilayah Sumut berdasarkan analisis citra satelit hingga pukul 13.00 WIB. Meski demikian, ia mengingatkan masih terdeteksi sebaran asap di sebagian wilayah bagian selatan provinsi, terutama di kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau.
"Pola pergerakan angin mengindikasikan sebaran asap di wilayah Sumut merupakan asap kiriman dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan yang terbawa oleh pergerakan angin,"
BMKG juga mencatat asap kiriman dari Kalimantan dapat menjangkau Sumut dengan jarak sekitar 2.000 kilometer, namun Hendro menegaskan penentuan asal asap secara pasti memerlukan analisis lanjutan yang mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lain.
Perbaikan jarak pandang dan kondisi di lapangan
Perbaikan kualitas udara turut berdampak pada peningkatan jarak pandang di sejumlah lokasi. Pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang, Kabupaten Padang Lawas Utara, menunjukkan jarak pandang pada rentang 4–6 kilometer antara pukul 09.00–13.00 WIB, naik dari kondisi sebelumnya yang hanya 1–3 kilometer. Di Kota Medan, warga melaporkan langit mulai tampak lebih cerah setelah beberapa hari tertutup kabut asap.
Imbauan keselamatan bagi masyarakat
Meskipun kualitas udara secara umum membaik, BMKG dan otoritas terkait mengimbau masyarakat tetap waspada terutama di daerah yang masih terpapar asap. Untuk konteks keselamatan lalu lintas, kendaraan dan pejalan kaki dianjurkan menyesuaikan perilaku berkendara di area dengan jarak pandang rendah. Rekomendasi praktis yang disampaikan antara lain:
- Kurangi kecepatan kendaraan saat jarak pandang menurun.
- Jaga jarak aman antar kendaraan.
- Gunakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan untuk meningkatkan visibilitas.
Kategori kualitas udara dan implikasi kesehatan
Menurut keterangan yang dipantau, kategori kualitas udara dibagi menjadi lima tingkatan: baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, dan berbahaya. Pada kondisi AQI 76 (PM2,5 22,4 µg/m³) yang tercatat di Medan, kualitas udara masuk kategori sedang, yang berarti beberapa kelompok sensitif mungkin mulai merasakan dampak. Kelompok sensitif termasuk anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan atau kardiovaskular.
| Lokasi | AQI (pukul 18.00 WIB) | PM2,5 (µg/m³) |
|---|---|---|
| Medan | 76 | 22,4 |
Perlunya pemantauan berkelanjutan
BMKG menegaskan kebutuhan analisis lanjutan untuk memastikan asal-usul sebaran asap dan memprediksi pergerakan selanjutnya, karena kondisi atmosfer bersifat dinamis dan dapat berubah cepat. Upaya pemantauan satelit, pengukuran kualitas udara lapangan, dan koordinasi antarwilayah diperlukan untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik.
Perbaikan sementara ini menjadi sinyal positif, namun warga dan pihak berwenang disarankan tidak lengah. Pemulihan kualitas udara sepenuhnya bergantung pada penurunan aktivitas kebakaran di daerah asal serta kondisi meteorologi yang mendukung penyebaran dan penguraian asap.
Redaksi akan terus memantau perkembangan kualitas udara di Sumatera Utara dan menyampaikan pembaruan data serta imbauan dari instansi terkait kepada pembaca.