Insentif untuk GTK Non-ASN di Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyalurkan insentif kesejahteraan sebesar Rp4,563 miliar kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) non-ASN. Penyerahan simbolis dilakukan Wali Kota Salatiga di Ruang Kaloka, Gedung Sekretariat Daerah, pada Senin (19/10/2026).
Bantuan ditujukan kepada pendidik pada jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs, serta tutor pendidikan kesetaraan untuk periode Januari hingga September 2026. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Mujiati, menjelaskan bahwa nilai yang disalurkan merupakan tahap awal, sementara sisa alokasi akan dibagikan secara bertahap sesuai ketentuan.
Besaran dan mekanisme
Besaran insentif berbeda antarjenjang dan kategori penerima. Menurut data yang disampaikan dalam acara, nominal yang diterima berkisar antara Rp450.000 hingga Rp1.000.000 per bulan, bergantung pada jenjang dan kategori GTK non-ASN.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Total alokasi tahap awal | Rp4.563.000.000 |
| Jumlah penerima | 1.009 orang |
| Periode | Januari–September 2026 |
| Besaran per penerima | Rp450.000–Rp1.000.000 per bulan |
Pesan Wali Kota: peran guru lebih dari pengajar
Dalam sambutannya, Wali Kota Salatiga menekankan bahwa tuntutan era digital memaksa para pendidik untuk terus belajar dan beradaptasi, namun fungsi guru melampaui sekadar penyampaian materi.
"Di tingkat dasar, fungsi guru tidak cukup hanya menyampaikan materi pelajaran. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana membentuk karakter yang baik bagi generasi muda,"ujarnya.
Wali Kota mendorong penguatan pendidikan karakter melalui pengenalan dan penghidupan kembali permainan tradisional di sekolah. Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga menjadi sarana praktis untuk menanamkan nilai kejujuran, kerja sama, dan penghargaan antar-anak. Ia menilai penanaman nilai-nilai tersebut penting dalam upaya pencegahan perundungan dan kekerasan di kalangan pelajar.
Respons DPRD dan harapan bagi kesejahteraan GTK
Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menyampaikan dukungan dewan terhadap pengakuan bagi para pendidik non-ASN. Ia menegaskan pentingnya peran guru dalam menentukan masa depan generasi dan menekankan aspek pengabdian dalam profesi tersebut.
"Guru bukan sekadar profesi atau pekerjaan, melainkan sebuah pengabdian. Di tangan gurulah masa depan dan pembentukan moral anak-anak Kota Salatiga dipertaruhkan,"kata Ketua DPRD.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Mujiati, menyatakan pemerintah kota akan menyalurkan sisa alokasi secara bertahap. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN sehingga mereka dapat melaksanakan tugas secara optimal di lingkungan pendidikan yang dikenal sebagai ciri khas Kota Salatiga.
Implikasi lokal dan kaitan dengan tren nasional
Penyaluran insentif di Salatiga mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan penguatan tenaga pendidikan di tengah transformasi pendidikan nasional yang dipengaruhi perkembangan teknologi. Dukungan berupa insentif diharapkan tidak sekadar menambah penghasilan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mempertahankan kualitas layanan pendidikan dasar dan menengah, khususnya di kota yang selama ini memiliki reputasi sebagai pusat pendidikan.
- Insentif tahap awal senilai Rp4,563 miliar diberikan untuk 1.009 GTK non-ASN.
- Nominal per penerima berkisar Rp450.000–Rp1.000.000 per bulan untuk periode Januari–September 2026.
- Pemerintah kota menilai pentingnya pendidikan karakter, termasuk melalui permainan tradisional, untuk mencegah perundungan dan kekerasan pada anak.
Pemkot dan DPRD menyatakan akan terus memantau penyaluran berikutnya agar bantuan tepat sasaran dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Salatiga.