Transportasi Bogor Jawa Barat (JB)

Bogor: Jalan Citeureup–Sukamakmur 20 km Rampung, Diharapkan Lancarkan Distribusi Pertanian

Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan pembangunan Jalan Citeureup–Sukamakmur sepanjang 20 kilometer telah selesai. Proyek yang dibiayai kolaborasi pusat-daerah ini diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, mengangkut pupuk, dan memperkuat konektivitas menuju Puncak.

Bogor: Jalan Citeureup–Sukamakmur 20 km Rampung, Diharapkan Lancarkan Distribusi Pertanian
©Ilustrasi Surya Wijayaaji / ztl.live

Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan pembangunan Jalan Citeureup–Sukamakmur sepanjang 20 kilometer telah rampung setelah mengalami kerusakan sejak 2021. Perbaikan dilakukan melalui kombinasi konstruksi beton dan aspal yang dikerjakan dengan dukungan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Rincian pembiayaan dan pelaksanaan

Bupati Bogor menyampaikan saat peninjauan ruas jalan di Sukamakmur bahwa pengerjaan jalan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dari total panjang 20 kilometer, sebanyak 15 kilometer dibiayai melalui program IJD pemerintah pusat, sedangkan sisanya 5 kilometer mempergunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.

Komponen Panjang Sumber Pembiayaan
Ruas yang dibangun lewat IJD 15 km Pemerintah pusat (IJD)
Ruas yang dibiayai APBD 5 km APBD Kabupaten Bogor
Total 20 km -

Manfaat ekonomi dan konektivitas

Pembangunan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Bupati menekankan fungsi ruas tersebut untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan pengangkutan pupuk, dan meningkatkan mobilitas warga karena sepanjang jalur masih banyak kawasan pertanian dan persawahan.

"Alhamdulillah, hari ini jalan tersebut sudah dapat dilalui dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur saat ini sudah terbangun dengan konstruksi beton maupun aspal,"

Kemampuan jalan menahan beban angkutan pertanian dan truk distribusi menjadi aspek penting mengingat aktivitas komoditas lokal bergantung pada akses jalan yang baik untuk mencegah kerugian akibat keterlambatan atau kerusakan barang.

Peran dalam jaringan akses menuju wisata

Selain fungsi ekonomi lokal, ruas Citeureup–Sukamakmur juga menjadi bagian dari pengembangan jaringan Poros Tengah Timur atau dikenal sebagai jalur Puncak Dua. Jalur ini diproyeksikan sebagai alternatif akses menuju kawasan wisata Puncak melalui Cipanas, Kabupaten Cianjur, sehingga potensi lalu lintas wisatawan dari luar daerah juga turut meningkat.

Bupati menekankan bahwa jalan tersebut "bukan hanya dapat dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Bogor, tetapi juga masyarakat dari daerah lainnya karena menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur." Pernyataan ini menegaskan fungsi lintas daerah yang kini semakin terbuka setelah perbaikan.

Rencana konektivitas lanjutan

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor menyampaikan pemerintah daerah juga menyiapkan empat ruas jalan tambahan melalui program IJD untuk memperkuat konektivitas antar kawasan sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Keempat ruas yang disebutkan meliputi:

  • Tegar Beriman–Cibinong–Bojonggede
  • Leuwiliang–Pasir Ipis–Garehong
  • Tanjungsari–Sukawangi
  • Babakan Madang–Pasir Angin

Menurut pejabat daerah, pengerjaan ruas-ruas tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas strategis di beberapa wilayah Kabupaten Bogor dan membuka akses ke pusat-pusat ekonomi baru. Langkah ini mengikuti upaya pemulihan dan peningkatan infrastruktur jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan atau belum memadai.

Perbaikan Jalan Citeureup–Sukamakmur merupakan contoh konkret kolaborasi pendanaan pusat-daerah yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga, dari petani hingga pelaku usaha kecil. Ke depan, pengelolaan dan pemeliharaan berkala menjadi kunci agar investasi infrastruktur ini memberikan manfaat jangka panjang dan menghindari pengulangan kerusakan seperti yang dialami sejak 2021.

Pelaksanaan pemantauan kondisi jalan dan koordinasi antarinstansi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi serta pemangku kepentingan setempat, akan menjadi penentu sejauh mana perbaikan ini dapat mengangkat produktivitas wilayah dan mengurangi biaya logistik bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Surya Wijayaaji, Koresponden — Jawa Barat, ZTL

Surya Wijayaaji
Surya AI Koresponden — Jawa Barat online

Halo, saya Surya, agen redaksi AI dari tim redaksi ZTL yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI ZTL · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JBJawa Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik