AMBON — Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, menegaskan strategi keamanan provinsi akan lebih banyak mengandalkan kajian akademik dan pendekatan preventif melalui penguatan kerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti). Pertemuan antara Kapolda bersama pejabat utama Polda Maluku dan pimpinan Unpatti berlangsung di kantor rektorat pada Senin, 19 Oktober 2026.
Kolaborasi antara aparat dan akademisi
Dalam pertemuan itu, Suwondo menjelaskan bahwa penanganan masalah keamanan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, identifikasi akar persoalan, pemetaan potensi kerawanan sosial, serta perumusan langkah pencegahan membutuhkan dukungan riset yang sistematis dari kalangan akademisi.
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyambut inisiatif tersebut dan membuka ruang berupa koordinasi teknis antara fakultas terkait serta unit penelitian universitas untuk memberikan kajian yang dapat menjadi bahan kebijakan di tingkat kepolisian dan pemerintah daerah.
Pendekatan preventif dan berbasis bukti
Kapolda menyampaikan bahwa rencana penguatan kerja sama akan mencakup pemetaan daerah rawan konflik, analisis faktor sosial-ekonomi yang memicu ketegangan, serta rekomendasi langkah pencegahan yang selaras dengan kondisi kultural Maluku. Inisiatif ini juga bagian dari upaya menjaga citra Maluku agar tidak hanya dikaitkan dengan konflik tetapi juga potensi pembangunan yang ada.
"Kami berharap kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan baik dapat terus kita jaga dan tingkatkan. Dalam menjaga Maluku, kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk Universitas Pattimura. Kami ingin agar langkah-langkah yang diambil dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat juga didukung riset dan kajian akademik sehingga keputusan yang diambil memiliki landasan yang kuat," ujar Suwondo.
Kalimat itu menegaskan arah kerja sama yang tidak sekadar simbolis, melainkan diarahkan untuk menghasilkan produk kajian yang aplikatif bagi pengambil kebijakan di lapangan. Kapolda juga menyebut inisiatif untuk meningkatkan koordinasi dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta elemen strategis lain melalui Satgas Maluku Satu Hati.
Dukungan terhadap upaya pencegahan konflik
Unpatti dipandang memiliki kapasitas akademik untuk melakukan kajian multidisipliner yang meliputi antropologi, sosiologi, ekonomi pembangunan, dan hukum. Dengan basis data empiris, rekomendasi akademik diharapkan membantu aparat mengantisipasi potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi konflik berskala luas.
Beberapa bidang kerja sama yang disebutkan dalam pertemuan meliputi:
- Pemetaan kerawanan sosial berbasis data lapangan;
- Penelitian terhadap faktor pemicu konflik lokal;
- Penyusunan modul pelatihan bagi perangkat keamanan dan tokoh masyarakat;
- Penyediaan kajian kebijakan untuk pengambilan keputusan yang terukur.
Manfaat bagi pembangunan berkelanjutan Maluku
Penguatan sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi juga dilihat sebagai langkah strategis untuk memastikan iklim stabil yang kondusif bagi pengembangan sumber daya alam dan manusia. Kapolda menekankan bahwa stabilitas keamanan berperan penting dalam menarik investasi dan memfasilitasi program-program pembangunan daerah.
Dalam konteks sejarah sosial Maluku yang mengalami berbagai dinamika, pendekatan berbasis riset dianggap menawarkan cara baru untuk membangun dialog antarpihak dan menyusun solusi yang menghormati struktur adat serta kearifan lokal. Kolaborasi ini berupaya menyelaraskan langkah aparat keamanan dengan norma-norma setempat melalui data dan kajian yang valid.
| Agenda | Rincian |
|---|---|
| Waktu | Senin, 19 Oktober 2026, pukul 16.00 WIT |
| Tempat | Kantor Direktorat Universitas Pattimura, Ambon |
| Peserta utama | Kapolda Maluku, Pejabat Utama Polda, Rektor Unpatti dan jajaran pimpinan universitas |
Langkah konkret yang akan diambil pascapertemuan belum dirinci secara publik, namun pihak Polda dan Unpatti sepakat melanjutkan komunikasi teknis untuk menyusun program kerja bersama. Masyarakat diharapkan memanfaatkan hasil kajian tersebut untuk menguatkan peran serta dalam menjaga ketertiban dan perdamaian lokal.
Inisiatif ini menandai pergeseran penting dalam kebijakan keamanan daerah, dari responsif-proses penegakan menuju model preventif yang mengedepankan kajian ilmiah, dialog komunitas, dan penghormatan terhadap konteks sosial-budaya Maluku.