Manado — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 12 kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Utara yang berpotensi memasuki status siaga kekeringan meteorologis pada dasarian ketiga Oktober 2026, periode 21 sampai 31 Oktober 2026.
Area terdampak dan level peringatan
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menyampaikan peringatan dini tersebut dalam laporan peringatan cuaca dan iklim Provinsi Sulut dasarian III. Daerah-daerah yang diperkirakan potensial siaga kekeringan meteorologis meliputi:
| Wilayah | Status Potensi |
|---|---|
| Kabupaten Bolaang Mongondow | Siaga |
| Kabupaten Bolaang Mongondow Utara | Siaga |
| Kabupaten Bolaang Mongondow Timur | Siaga |
| Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan | Siaga |
| Kota Kotamobagu | Siaga |
| Kota Manado | Siaga |
| Kota Bitung | Siaga |
| Kota Tomohon | Siaga |
| Kabupaten Minahasa | Siaga |
| Kabupaten Minahasa Tenggara | Siaga |
| Kabupaten Minahasa Utara | Siaga |
| Kabupaten Kepulauan Sitaro | Siaga |
Selain itu, BMKG juga mencatat sejumlah daerah masuk kategori waspada kekeringan meteorologis, antara lain Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Imbauan pencegahan kebakaran dan penghematan air
Nasrol Adil mengimbau masyarakat mengambil langkah pencegahan secara proaktif untuk mengurangi risiko kebakaran lahan yang meningkat pada musim kering. Ia menekankan pelarangan pembakaran untuk membuka lahan dan membakar sampah, serta kewaspadaan terhadap puntung rokok yang dibuang sembarangan.
"Masyarakat diimbau mengambil langkah pencegahan secara proaktif, dilarang membakar sampah, membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan guna mencegah kebakaran lahan di tengah embusan angin yang kuat,"
BMKG juga mengingatkan bahwa prediksi curah hujan berada pada kategori rendah sehingga ketersediaan air bersih berpotensi menipis. Oleh sebab itu, masyarakat dianjurkan untuk bijak dalam menggunakan air sehari-hari dan menjaga cadangan air rumah tangga.
- Hentikan praktik pembakaran lahan dan sampah.
- Jangan membuang puntung rokok di area terbuka atau semak belukar.
- Gunakan air secukupnya dan simpan cadangan untuk kebutuhan darurat.
- Laporkan insiden kebakaran atau kebutuhan informasi cuaca ke UPT BMKG terdekat.
Dampak dan langkah antisipasi lokal
Potensi status siaga dan waspada ini berarti penurunan curah hujan yang dapat memengaruhi pasokan air untuk rumah tangga, pertanian kecil, dan kegiatan usaha lokal. Selain itu, kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan polusi asap serta kerusakan lingkungan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diingatkan untuk menguatkan koordinasi mitigasi kebakaran, menyiagakan armada pemadam di titik rawan, serta mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan air dan pencegahan kebakaran. Petani dan nelayan juga perlu menyiapkan strategi adaptasi, misalnya pengaturan waktu pengairan dan konservasi sumber air lokal.
Akses informasi lebih lanjut
Apabila diperlukan informasi rinci mengenai iklim, prakiraan cuaca, dan peringatan dini, BMKG menyarankan masyarakat menghubungi Kantor Unit Pelaksana Teknis BMKG terdekat. Laporan ini disusun berdasarkan analisis periode dasarian ketiga Oktober 2026 yang dikeluarkan oleh Balai Besar BMKG Wilayah IV.
Pelaporan dan kepatuhan terhadap imbauan menjadi kunci mengurangi risiko bencana kebakaran dan kelangkaan air selama periode kering. Penerapan tindakan pencegahan sederhana di tingkat rumah tangga dan komunitas akan berkontribusi signifikan pada keselamatan dan ketahanan daerah.
Pewarta: Samuel Tandio, Koresponden — Sulawesi Utara