TERNATE — Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Ake Gaale Kota Ternate mengakui adanya gangguan distribusi air bersih yang berlangsung selama sepekan terakhir dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh pelanggan. Gangguan operasional tersebut dipicu oleh pemadaman aliran listrik sehubungan dengan perbaikan layanan yang dilakukan oleh pihak PLN, sehingga berdampak pada kinerja pompa penarik air di berbagai titik.
Pemicu gangguan dan dampak langsung
Direktur Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate, Firman Mudaffar Sjah, menjelaskan pemadaman listrik menjadi faktor utama terganggunya suplai air. Akibatnya, pelanggan di sejumlah wilayah harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pasokan air bersih.
"Akibatnya, pelanggan harus menunggu cukup lama. Untuk itu, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini,"
Upaya tanggap darurat Perumda
Untuk meringankan dampak krisis distribusi, Perumda Ake Gaale mengerahkan armada mobil tangki ke permukiman yang paling terdampak. Prioritas diberikan kepada kawasan dataran tinggi, karena tekanan dan ketersediaan air di titik tersebut lebih rentan saat pompa tidak beroperasi.
- Wilayah prioritas bantuan: Tubo dan Marikurubu.
- Pengoperasian armada mobil tangki untuk suplai sementara.
- Pemeriksaan kualitas air rutin setiap minggu oleh pihak Perumda.
Kualitas air dan kondisi sumber
Firman menegaskan bahwa meskipun distribusi terganggu, kualitas air yang disalurkan tetap dipastikan aman. Pihak Perumda melakukan pengujian dan pengecekan laboratorium secara berkala setiap minggu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi air di seluruh sumur bor masih berada dalam batas normal.
Firman juga menyampaikan adanya penurunan debit air di Danau Ngade akibat musim kemarau beberapa waktu lalu. Namun ia menyebut debit air di lokasi tersebut telah kembali normal seiring turunnya hujan belakangan ini.
Langkah jangka panjang penguatan pasokan
Selain respons darurat, Perumda Ake Gaale sedang mengupayakan perbaikan permanen terhadap sistem distribusi air. Saat ini tercatat Perumda mengelola 61 titik sumber air dan tengah menambah pasokan baru melalui kegiatan pengeboran sumur.
Salah satu kegiatan yang sedang berlangsung adalah pengeboran sumur baru di Kelurahan Ubo-Ubo untuk memperkuat pasokan di wilayah Ternate Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber air untuk mengurangi risiko gangguan akibat faktor eksternal seperti pemadaman listrik dan perubahan musim.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Titik sumber yang dikelola | 61 titik |
| Wilayah prioritas bantuan mobil tangki | Tubo, Marikurubu |
| Proyek penambahan pasokan | Pengeboran sumur di Ubo-Ubo |
Perumda juga memantau perkembangan pasokan dari sumber lain, termasuk kondisi di Danau N (informasi suplai dari Danau N disebut tetapi tidak diuraikan lebih lanjut dalam keterangan resmi). Sementara itu, koordinasi dengan pihak PLN menjadi penting untuk mengantisipasi pemadaman terjadwal yang dapat mengganggu operasi pompa air.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan air darurat, Perumda telah menempatkan armada mobil tangki ke titik-titik terdampak. Masyarakat di wilayah dataran tinggi disarankan memanfaatkan layanan tersebut sesuai jadwal distribusi sementara yang diumumkan oleh Perumda.
Situasi ini menyoroti kerentanan layanan air minum terhadap gangguan listrik dan perubahan musim. Penguatan infrastruktur dan diversifikasi sumber menjadi kunci agar pasokan air bersih di Kota Ternate lebih tahan terhadap gangguan operasional di masa mendatang.